Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Pemimpin Negara Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Sebanyaknya tokoh oposisi pada Jumat, 30 Januari 2026. Prabowo disebut menghabiskan waktu selama sekitar 5 jam untuk berdiskusi beberapa isu di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Penyuapan (KPK) Abraham Samad yang menjadi salah satu tokoh undangan.
“Saya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK dan dalam pertemuan itu ada sekitar 7 orang ya diundang, saya lupa, tapi kalau dari pemerintah yang hadir Pemimpin Negara Pak Prabowo, Menlu Sugiono, Mensesneg, kemudian Pak Sjafrie sendiri, dan ada 1 lagi Mayjen Pensiunan Zacky Makarim, ya itu yang hadir ya yang saya ingat, dan saya, Profesor Dr Siti Zuhro dari BRIN dan ada lagi beberapa ya,” kata Samad dilansir dari detik.com, Minggu (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com merangkum Skor-Skor diskusi tersebut.
Indeks Persepsi Penyuapan
Samad menuturkan dirinya memberi pandangan bagaimana Mengoptimalkan Indeks Persepsi Penyuapan (IPK) Indonesia yang pada tahun 2025 berada di angka 37. Ia memandang Indonesia Dianjurkan mempunyai peta jalan untuk bisa mewujudkan hal tersebut.
“Saya bilang pemberantasan Penyuapan selama ini tidak menyentuh akar permasalahannya. Jadi, Ia Dianjurkan menyentuh akar permasalahan supaya efektif. Yang kedua saya berbicara IPK, Indeks Persepsi Penyuapan,” kata Samad.
Terkait itu, Samad mengungkapkan setidaknya empat hal yang Dianjurkan menjadi perhatian, merujuk pada United Nations Convention Against Corruption atau UNCAC.
Empat hal dimaksud Merupakan foreign bribery (penyuapan pejabat negeri asing), trading influence (perdagangan pengaruh), illicit enrichment (peningkatan harta kekayaan penyelenggara negara), dan commercial bribery (suap sektor swasta).
Dalam pertemuan itu, terang Samad, Prabowo sempat melontarkan pertanyaan mengapa KPK tidak seperti dulu lagi.
Ia pun menjelaskan semua ini terjadi karena payung hukum KPK diubah pada tahun 2019. Banyak pihak menilai revisi Undang-Undang KPK melemahkan kerja-kerja pemberantasan Penyuapan.
Apalagi, kelembagaan KPK tidak lagi independen karena Saat ini Bahkan Pernah terjadi di bawah eksekutif.
“Kalau kita merujuk UNCAC, UNCAC itu mengatur bahwa lembaga-lembaga antikorupsi di dunia haruslah sifatnya independen, bukan di bawah rumpun eksekutif. Oleh karena itu, menurut saya, karena kita Pernah terjadi menandatangani UNCAC dan ratifikasi harusnya kita ikut,” tutur Ia.
Reformasi kepolisian
Selanjutnya, Samad berikut para tokoh yang diundang mengaku Bahkan dimintai pendapat mengenai reformasi kepolisian.
Para tokoh, kata Samad, sepakat reformasi kepolisian itu menjadi sebuah keharusan.
SDA
Apalagi, penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) disebut turut dibahas seiring pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Samad bilang upaya penyelamatan SDA pernah dilakukannya saat menjadi Pimpinan KPK, Meskipun demikian ketika itu belum dibentuk Satgas.
“Jadi, Kenyataannya ini Pernah terjadi pernah ada. Oleh karena itu, saya bilang fokus utama pemberantasan Penyuapan Bahkan bisa diarahkan kepada penyelamatan sumber daya alam. Kalau kita ingin revenue kita bagus, kalau kita ingin pendapatan negara kita bagus, selamatkan sumber daya alam kita,” kata Samad.
BoP
Prabowo, lanjut Samad, dalam pertemuan dengan Sebanyaknya tokoh Bahkan menyampaikan alasan Indonesia masuk Board of Peace (BoP) bentukan Pemimpin Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kata Prabowo, terang Samad, bergabungnya Indonesia bukan harga mati.
“Ia menyampaikan bahwa Indonesia bergabung tapi tidak harga mati. Artinya, kalau dalam perjalanannya ternyata menimbulkan mudarat bagi warga Palestina dan Gaza, Indonesia bisa keluar menarik diri kembali,” ungkapnya.
Perangi oligarki
Terakhir, Prabowo disebut menyampaikan sikap tegasnya untuk Pertempuran terhadap oligarki yang mengganggu sumber daya alam.
“Ia [Prabowo] menyampaikan bahwa saya Nanti akan mengejar oligarki yang merusak sumber daya alam, yang merampok negara sampai kapan pun Bahkan. Ia bilang begitu. Nah, itu komitmen Ia bahwa Ia Nanti akan memburu oligarki, siapa pun oligarki itu Ia bilang. Ingin 9 naga, Ia bilang, Ia sebut, Ingin 9 naga, siapa pun Ia Nanti akan mengejar, dan Ia tidak Nanti akan bernegosiasi. Itu janji Ia ke kita,” katanya.
(fra/ryn/fra)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
