Kupang, CNN Indonesia —
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, NTT kembali erupsi, Minggu (6/4) dinihari pukul 00.04 WITA. Semburan abu vulkanik dilaporkan mencapai 700 meter di atas puncak.
Erupsi tersebut dikonfirmasi Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), Emanuel Rofinus Bere dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.
“Sudah terlaksana erupsi G. Lewotobi Laki-laki, NTT pada tanggal 06 April 2025 pukul 00:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut),” kata Emanuel melalui keterangan tertulis yang dikeluarkan PPGA Minggu dinihari pukul 00.18 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Emanuel, saat terjadi erupsi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur.
Erupsi ini pun terekam di seismogram PPGA Lewotobi Laki-laki dengan amplitudo maksimum 4,4 milimeter dengan durasi satu menit 55 detik.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4.4 mm dan durasi ± 1 menit 55 detik,” jelas Emanuel yang melaporkan dari PPGA di Desa Pulolera, Kecamatan Wulanggitang.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura yang memiliki tinggi 1.584 meter diatas permukaan laut Pada Saat ini Bahkan berada pada status siaga atau level III.
PPGA pun Sudah mengeluarkan rekomendasi dan larangan bagi masyarakat Supaya bisa tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi.
“Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki,” imbau Emanuel.
Ia meminta masyarakat Supaya bisa Tenteram dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi Bencana Banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki Bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” kata Emanuel
PPGA Bahkan mengimbau Supaya bisa masyarakat terdampak hujan abu akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Supaya bisa Setiap Saat menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut Supaya bisa terhindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
Pada bagian lain PPGA Bahkan meminta Supaya bisa Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan petugas PPGA Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang atau ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung.
(eli/isn)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA