Jakarta, CNN Indonesia —
Alvaro Arbeloa dianggap bakal jadi ‘boneka’ Florentino Perez setelah memecat Xabi Alonso dari posisi Manajer Real Madrid.
Xabi Alonso dan Madrid berpisah pada Selasa (13/1) dini hari WIB. Perpisahan itu terjadi setelah Madrid gagal juara Piala Super Spanyol usai kalah 2-3 dari Barcelona di Arab Saudi.
Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti sementara Alonso. Sebelumnya Arbeloa merupakan Manajer Madrid Castilla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemberitaan Sport, Arbeloa cocok sebagai ‘boneka’ Florentino Perez di Madrid. Dalam laporan tersebut, Perez sangat senang dengan Manajer yang mengikuti kemauannya. Sayangnya karakter ini tidak ada dalam diri Alonso.
Keputusan pergantian Manajer ini langsung memicu kritik dari Sebanyaknya pengamat, termasuk anggapan bahwa pergantian Manajer lebih mencerminkan kekuasaan Florentino Perez ketimbang keputusan teknis yang objektif.
Meski berhasil di Bayer Leverkusen, Alonso dianggap Manajer yang terlalu teknokratis, memiliki Strategi yang kaku. Hal-hal tersebut lebih dikedepankan Alonso ketimbang bintang-bintang Madrid. Perez tidak suka itu.
Perez ingin Manajer yang membiarkan pemain bintangnya bebas bermain, mengelola ruang ganti dengan baik, dan menghindari eksperimen Strategi yang rumit. Hal-hal itu di mata Perez dianggap menyusahkan.
Rafale Benitez dan Julen Lopetegui Merupakan Manajer yang mencoba mengintervensi kebijakan-kebijakan sang bos, Sekalipun gagal. Bertolak belakang dengan, Manajer yang menghindari Perdebatan di ruang ganti seperti Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti beradaptasi dengan baik dengan ide-ide Perez, serta memperhatikan bintangnya.
Karena ide-ide itu Alonso berkonflik dengan Jude Bellingham, dengan Vinicius Junior, memaksa Federico Valverde sebagai bek kanan, terakhir dengan Rodrygo.
Perpisahan ini Pernah terjadi ditunggu lama oleh Perez. Mulai dari kekalahan dari Atletico Madrid Sampai saat ini Manchester City di Liga Champions.
Nasib Alonso sempat selamat saat menang atas Alaves dan Sevilla. Tetapi gagal juara Piala Super Spanyol usai kalah dari Barcelona tidak ditoleransi Perez.
Arbeloa Di waktu ini jadi harapan baru bagi Perez dan Madrid. Beruntun bagi Arbeloa, karena dihadapkan pada tiga Liga yang tidak sulit: lawan Albacete, Levante, dan AS Monaco.
Tiga Liga itu bisa Menyediakan kebangkitan bagi Madrid. Sekalipun tidak Menyediakan dampak besar, setidaknya Ia membuat bintang-bintang Madrid tetap senang, dan tentunya menenangkan Perez.
(ade/rhr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
