62 Kasus Super Flu Terdeteksi di RI, Wamenkes Sebut Masih Unggul tinggi


Jakarta, CNN Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan Pada Pada saat ini lebih dari 62 kasus super flu terdeteksi di Sebanyaknya wilayah di Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan situasi tersebut belum menjadi kekhawatiran karena berada dalam batas Unggul tinggi.

“Super flu Unggul tinggi. Super flu itu influenza A (H3N2) subclade K, itu terjadi pertama kali di Amerika. Maka, untuk hari ini kasus di Indonesia kan baru 62 yang diperiksa secara laboratorium ya, untuk vaksinnya kita biasa aja, vaksin (influenza) seperti biasa,” ujarnya pada Kamis (8/1), dilansir dari Antara.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benjamin menambahkan, jumlah kasus flu menunjukkan tren penurunan selama dua bulan terakhir. Menurutnya, peningkatan kasus hanya terjadi di awal peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, begitu pun Bertolak belakang dengan.

“Tapi ingat, hari ini kasus flu Pernah terjadi turun jauh selama dua bulan ini. Dua minggu terakhir kan Bahkan Pernah terjadi makin turun, jadi flu itu Setiap Waktu memuncak di awal musim,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu Pernah terjadi ada sejak lama, seperti flu biasa, dan tidak mematikan seperti saat Pandemi atau tuberkulosis (TBC).

“Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti Pandemi mematikannya. Tidak. Ini Merupakan flu biasa. Influenza H3N2,” kata Budi.

Budi menambahkan, H3N2 merupakan virus Influenza yang cenderung meningkat setiap tahunnya di negara empat musim. Sementara di Indonesia, kenaikan kasus biasanya tidak terlalu signifikan.

Terlebih lagi, Subclade K atau ‘super flu’ tidak memiliki tingkat fatalitas seperti Pandemi. Dengan demikian, subclade K atau super flu tidak lebih mematikan atau ganas.

“Enggak usah khawatir bahwa ini seperti Pandemi mematikannya. Tidak. Ini Merupakan flu biasa, influenza H3N2,” ujar Ia.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Supaya bisa tetap Tenteram dan tidak khawatir berlebihan, Meskipun demikian demikian tetap waspada.

“Yang penting buat teman-teman, jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup, sehingga kalau kena (Subclade K), sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi,” ujar Ia.

Sampai saat ini Desember 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 62 kasus super flu di Indonesia. Sebagian besar pasien merupakan kelompok perempuan dan anak.

(fef)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version