Twisters Dinilai Kritikus Lebih Baik dari Twister (1996)


Jakarta, CNN Indonesia

Twisters meninggalkan Sebanyaknya penilaian dari para kritikus. Sebagian besar kritikus sepakat bahwa Layar Lebar standalone sequel dari Twister (1996) ini memiliki nilai yang lebih positif dibanding pendahulunya.

Menurut laman Rotten Tomatoes pada Jumat (12/7), Twisters mendapatkan nilai 82 persen dari 33 ulasan. Nilai ini lebih baik dibanding Twister (1996) yang mendapatkan nilai 63 persen dari 82 ulasan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para kritikus pun memiliki beragam penilaian soal Twisters, mulai dari aspek visual yang mampu menampilkan kengerian tornado, Sampai sekarang peran tiga karakter utama Layar Lebar ini yang menjadi sajian tersendiri.

“Twisters secara ajaib menonjol dibanding kebanyakan blockbuster modern. Sama seperti yang dilakukan Twister pada 1996. Ini jadi legasi sekuel langka yang dikerjakan dengan benar,” kata William Bibbiani dari TheWrap.

“Sama seperti pendahulunya, hembusan kesenangan multipleks yang meriah dan sangat romantis ini mengubah kombinasi genre yang aneh menjadi perjalanan yang memuaskan,” kata David Ehrlich dari IndieWire.

“Bila Layar Lebar ini tidak menampilkan karakter tertentu, Layar Lebar ini cuma sekadar aksi. Konsep dari mengembangkan tornado Mungkin terasa aneh, tapi sekuelnya ini berhasil melakukan dengan perkembangan visual lebih dari sekadar menakutkan, bahkan Sampai sekarang terasa menyenangkan,” kata Beth Webb dari Empire Magazine.

“Ini Layar Lebar menyenangkan dengan Sebanyaknya adegan setpiece yang besar, dan Ramos serta Powell menjadi pengagum Kate yang amat gagah,” kata Peter Bradshaw dari Guardian.

“Justru menurut saya, Layar Lebar ini masih belum Menyajikan Edgar-Jones peran layar lebar yang layak Ia dapatkan. Meski begitu, cuaca badainya spektakuler,” lanjutnya.

Sementara itu, mereka yang Menyajikan nilai rendah untuk Twisters menilai Layar Lebar ini tidak banyak Menyajikan perkembangan dibanding Twister pada 1996 dan hanya berupa upaya mengembangkan kekayaan intelektual.

“28 tahun setelah perilisan Twister karya Jan de Bont, para mogul Hollywood memutuskan bahwa kekayaan intelektual yang menguntungkan ini mesti digarap lagi. Justru mereka belum banyak melakukan hal yang mengejutkan dengan hal tersebut,” kata Nicholas Barber dari BBC.com.

“Twisters,… Pada akhirnya Merupakan Layar Lebar dengan angin ribut tanpa sentuhan yang berarti,” tulis Owen Gleiberman dari Variety.

Twisters (2024) mengisahkan persaingan dua kelompok pemburu tornado di kawasan Oklahoma, Amerika Serikat. Mereka bersaing memburu tornado dengan kepentingannya masing-masing.

Twisters (2024) merupakan standalone sequel atau kelanjutan dengan cerita yang baru dari Twister (1996). Bukan cuma cerita, aspek orang di balik layar Bahkan mayoritas merupakan orang baru.

Twisters (2024) ditulis oleh Mark L. Smith Sesuai aturan cerita dari Joseph Kosinski dan karakter karya Michael Crichton serta Anne-Marie Martin selaku penulis Twister (1996).

Kursi sutradara dan produser Bahkan baru. Twisters diarahkan oleh Lee Isaac Chung yang pernah menggarap Layar Lebar Minari (2020), dengan kursi produser diduduki oleh Frank Marshall dan Patrick Crowley.

Meski begitu, Twisters (2024) masih di bawah studio Amblin Entertainment yang dimiliki Steven Spielberg dan menggarap Twister (1996) serta saga Jurassic World.

(end)

[Gambas:Video CNN]


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version