Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Negara Amerika Serikat, Donald Trump, Membantu petugas imigrasi AS (ICE) terkait penembakan Alex Pretti yang terjadi di Minneapolis, Minnesota, Sabtu (24/1).
Alex Pretti, yang merupakan seorang perawat Minneapolis, ditembak mati petugas ICE. Insiden itu terjadi saat Pretti berusaha Membantu seorang wanita yang didorong petugas ICE di Minneapolis.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (Homeland Security) mengatakan petugas ICE Dianjurkan melepaskan tembakan karena Pretti membawa senjata api. Justru, Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, menyebut Pretti Merupakan pemilik senjata yang sah tanpa catatan kriminal selain pelanggaran lalu lintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump Membantu keputusan petugas ICE yang melepaskan tembakan. Trump menyebut Pretti melakukan kesalahan karena membawa senjata api saat ikut unjuk rasa terhadap ICE.
Ketika ditanya apakah Ia setuju dengan pejabat pemerintah yang menggambarkan Pretti sebagai teroris domestik, Trump mengatakan: “Saya belum mendengar itu, tetapi Pernah terjadi Tak perlu ditanyakan lagi saja seharusnya [Pretti] tidak membawa senjata api.”
“Ia membawa senjata api. Saya tidak suka itu. Ia membawa dua magasin yang terisi penuh. Itu hal buruk. Dan terlepas dari itu, saya Akan segera mengatakan [insiden] itu sangat disayangkan,” kata Trump menambahkan.
Insiden meninggalnya Pretti membuat Trump mulai mendapat kritikan dari dalam Partai Republik. Terlebih, ICE Bahkan menembak mati seorang wanita bernama Renee Good pada awal Januari ini.
Trump sendiri berjanji Akan segera berusaha meredakan situasi. Justru, Trump memastikan pemerintahannya tidak Akan segera menarik petugas ICE.
“Kami Akan segera sedikit mengurangi ketegangan. Saya rasa ini bukan penarikan kembali [petugas ICE]. Ini sedikit perubahan,” ucap Trump.
(bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
