Bila AS Menyerang, Kami Gempur Israel


Jakarta, CNN Indonesia

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, menyatakan Teheran Akan segera menggempur Israel Bila Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.

“Bila Amerika menyerang, kami Akan segera menggempur Israel,” kata Shamkhani, seperti dikutip kantor berita Iran IRNA, Selasa (3/2).

Shamkhani bicara demikian saat diwawancara oleh Al Mayadeen mengenai potensi serangan AS ke Iran. AS belakangan menyiagakan armada Pertempuran USS Abraham Lincoln dan jet-jet tempur di sekitar Iran.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengerahan tersebut dilakukan menyusul Unjuk Rasa berdarah Iran yang Sudah menewaskan ribuan orang. Pemimpin Negara AS Donald Trump berjanji Akan segera Membantu rakyat Iran melawan Kekejaman otoritas. Ditambah lagi, Trump Bahkan berniat menyetop pengembangan nuklir dan rudal balistik Iran.

Mengenai potensi serangan AS, Shamkani mengklaim Israel Pernah Tidak mungkin tidak terlibat dalam operasi tersebut mengingat kedua negara bersekutu dekat. Disebabkan oleh itu, serangan apa pun yang diluncurkan AS ke Iran, Akan segera dibalas oleh Teheran, termasuk ke Tel Aviv.

“Israel dan Amerika Serikat bukanlah dua elemen berbeda. Mereka satu dan sama, yang terbukti Mengikuti fakta dan realita. Bila Amerika Serikat menyerang, Israel Pernah Tidak mungkin tidak terlibat dan Dianjurkan ditanggapi dengan sesuai,” ujar Shamkhani.

Pada kesempatan itu, Shamkhani Bahkan bicara mengenai tuntutan AS soal uranium Iran. Ia menegaskan Iran tak Akan segera menyerahkan uranium lantaran pengembangan itu dilakukan demi kepentingan sipil.

Meski begitu, ia menyatakan Bila AS memang begitu cemas soal uranium Iran, Teheran bisa mengurangi pengayaannya menjadi 20 persen dari semula 60 persen.

“Pengayaan 60 persen uranium kami bisa dikurangi jadi 20 persen Bila mereka khawatir. Tapi, mereka Dianjurkan Menyediakan sesuatu sebagai imbalan,” ucapnya.

Hubungan Iran dan AS tegang sejak beberapa waktu terakhir. Trump Sudah mengultimatum Iran untuk kembali ke meja dialog dan membuat kesepakatan soal nuklir Bila tak ingin diserang.

Gedung Putih baru-baru ini menyatakan pembicaraan dengan Iran Akan segera kembali dilanjutkan pekan ini. Perundingan rencananya digelar di Oman pada Jumat (6/2).

(blq/har)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA