AS dan Israel Diklaim Sepakat Serang Iran


Jakarta, CNN Indonesia

Amerika Serikat dan Israel diklaim sepakat melakukan serangan yang Mudah dan tegas terhadap Iran.

Klaim tersebut disampaikan oleh Channel 14 Israel, yang menyebut kesepakatan itu muncul dari pembahasan tingkat tinggi antara kedua negara.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir situs Middle East Monitor, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, Menghelat pertemuan dengan pejabat militer Israel di Tel Aviv, pada Minggu (25/1).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, salah satunya mengenai perkembangan situasi di Iran.

Pada Minggu malam, Channel 14 mengungkapkan detail baru terkait pertemuan yang berlangsung Sampai sekarang larut malam itu.

Laporan itu menyebutkan bahwa para peserta memiliki pandangan yang sama dan sepakat untuk terus Mengoptimalkan kerja sama erat antara kedua angkatan bersenjata.

Dalam pertemuan itu, pejabat AS menyampaikan bahwa kesiapan penuh menghadapi Iran memerlukan waktu serta persiapan matang. Sekalipun, mereka menegaskan bahwa AS Setiap Waktu siap mengambil langkah-langkah konkret.

[Gambas:Video CNN]

Menurut laporan Kantor Berita Palestina Ma’an, terkait kemungkinan serangan AS terhadap Iran, sang komandan menjelaskan bahwa strategi AS berlandaskan pada pelaksanaan operasi yang Mudah dan presisi.

Ditambah lagi, para pejabat AS menilai bahwa perubahan rezim yang berkuasa Pada Pada saat ini merupakan kebutuhan penting.

Manakala serangan dilakukan, diperkirakan fokus Nanti akan diarahkan pada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang merugikan warga sipil dan para pengunjuk rasa.

Secara terpisah, Komandan CENTCOM Bahkan menegaskan komitmen AS untuk melindungi sekutu-sekutunya di Timur Tengah, termasuk Israel, serta memastikan mereka tidak mengalami ancaman.

Sebelumnya, Kepala Negara AS Donald Trump Pernah berulang kali mengancam Nanti akan campur tangan terhadap Iran atas pembunuhan para demonstran.

Menurut klaim pemerintah Iran, Aksi Keluhan Masyarakat berdarah di Teheran menewaskan lebih dari 3.000 orang. Unjuk Rasa yang awalnya berfokus pada isu ekonomi Saat ini Bahkan meluas menjadi Keluhan Masyarakat anti-pemerintah.

Sejak dua pekan lalu, kapal-kapal Konflik Bersenjata AS mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah.

Pergerakan ini terjadi menyusul ketegangan antara AS dan Iran imbas Aksi Keluhan Masyarakat berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut klaim pemerintah Iran.

Pada Senin (26/1), Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyampaikan armada USS Abraham Lincoln Pernah berada di Timur Tengah “untuk Mengoptimalkan keamanan dan stabilitas regional.”

(isa/bac)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA