Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup


Jakarta, CNN Indonesia

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Kerinci (3.805 mdpl).

Hal itu menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung api tertinggi di Indonesia tersebut, sejak Minggu (4/1). Status gunung itu Pada Pada saat ini Merupakan level II (Waspada).

Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS mengatakan hal tersebut mereka lakoni setelah menerima memo dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait meningkatnya aktivitas kegempaan yang terekam di gunung tersebut.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dengan hasil pemantauan 101 kejadian gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali gempa hembusan, 26 kali gempa frekuensi rendah, 21 kali gempa hybrid, 1 kali gempa tektonik jauh, 21 kali gempa teknonik lokal dan 1 kali gempa terasa dengan intensistas I MMI,” kata Kepala SPTN Wilayah I BBTNKS David dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1) seperti dikutip dari detikSumbagsel.





David menerangkan terhitung Selasa kemarin, pihak pengelola menghentikan aktivitas pendakian. Sejak terjadi peningkatan, pihaknya Sudah Menyajikan imbauan Supaya bisa masyarakat atau pengunjung tidak melakukan pendakian Sampai saat ini ada pemberitahuan lebih lanjut.

Mengutip dari Antara, jenis dan jumlah gempa lainnya yang terekam pada periode yang sama terdiri dari: 27 Kali Gempa Hembusan, 26 kali Gempa Frekuensi Rendah, 21 kali Gempa Hybrid, 1 kali Gempa Tektonik Jauh, 21 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 1 kali Gempa Terasa dengan intensitas II MMI.

Merujuk pada laman magma https://magma.esdm.go.id/, pengamatan pada Selasa lalu Gunung Kerinci terlihat jelas Sampai saat ini tertutup  Kabut 0-III dan asap kawah nihil. Gunung tersebut Pada Pada saat ini berstatus Level II (Waspada).

Masyarakat di sekitar Gunung Api Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak Gunung Api Kerinci di dalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya/KRB III),” demikian imbauan yang dikutip dari laman tersebut.

Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Api Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,” imbuhnya.

Adapun pendakian ke puncak Gunung Kerinci yang ditutup dilakukukan dari semua jalur.

“BBTNKS menutup pendakian Gunung Kerinci untuk tujuan wisata atau pendakian baik melalui Jalur R.10 Kersik Tuo Kabupaten Kerinci, dan Jalur Camping Ground Bukit Bontak Kabupaten Solok Selatan, mulai tanggal 6 Januari 2026 sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” ujar Devid dari BBTNKS. 

(kid/gil)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA