Jakarta, CNN Indonesia —
Serangkaian ledakan Unggul dilaporkan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang kian meruncing antara pemerintahan Kepala Negara Nicolas Maduro dengan Amerika Serikat (AS).
Al Jazeera melaporkan bahwa bola api dan kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari sebuah bangunan di dekat badan air di Caracas. Video amatir yang beredar menunjukkan suasana mencekam saat ledakan terjadi di wilayah selatan kota.
Laporan Al Jazeera menyebutkan ledakan terjadi di sekitar Fortuna, yang merupakan pangkalan militer utama dan paling strategis di Caracas. Pasca-ledakan, wilayah di sekitar pangkalan tersebut dilaporkan mengalami pemadaman listrik total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai sekarang Pada saat ini, Dalang Tidak mungkin tidak ledakan tersebut masih menjadi misteri. Muncul berbagai spekulasi mengenai dalang di balik insiden di pangkalan militer kunci tersebut seperti keterlibatan AS dan sabotase internal.
Menurut laporan Al Jazeera, terdapat dugaan kuat bahwa Amerika Serikat memiliki andil dalam insiden ini, mengingat tekanan militer Washington yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Ditambah lagi dengan, analis Bahkan melihat adanya kemungkinan aksi sabotase dari elemen internal militer Venezuela yang berupaya menggulingkan kekuasaan Kepala Negara Nicolas Maduro.
Kantor berita The Associated Press melaporkan sedikitnya terdengar tujuh ledakan beruntun disertai suara pesawat yang terbang rendah di atas langit ibu kota.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Maduro menyatakan keterbukaannya untuk merundingkan kesepakatan dengan AS terkait pemberantasan perdagangan Narkotika. Meski demikian, Maduro tetap bungkam saat ditanya mengenai laporan serangan yang dipimpin CIA di negaranya pekan lalu.
“Ini Merupakan sesuatu yang Mungkin sekali bisa kita bicarakan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Maduro dalam sebuah wawancara yang direkam pada malam Tahun Baru, menanggapi pertanyaan mengenai serangan AS di tanah Venezuela.
Maduro terus menuduh pemerintahan AS di bawah Donald Trump berupaya memaksakan kehendak melalui ancaman dan kekuatan militer demi menguasai cadangan minyak besar milik Venezuela.
Ketegangan di darat ini Bahkan beriringan dengan operasi militer AS di laut. Pada malam Tahun Baru, militer AS dilaporkan menyerang lima kapal yang diduga melakukan penyelundupan Narkotika, menewaskan sedikitnya lima orang.
Sejauh ini, total serangan kapal yang diketahui di Karibia dan Pasifik Timur Sebelumnya mencapai 35 kasus dengan jumlah korban tewas sedikitnya 115 orang. Warga negara Venezuela dan Kolombia dilaporkan berada di antara daftar korban tewas tersebut.
Sampai sekarang berita ini diturunkan, pihak oposisi maupun pemerintah pusat belum Menyajikan keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat ledakan di pangkalan militer Fortuna.
(wiw)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA









