Bencana Banjir 10 Hari Mekar Baru Tangerang, Ratusan Keluarga Masih Terisolasi


Tangerang, CNN Indonesia

Sebanyak 118 keluarga di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan terisolasi akibat Bencana Banjir yang Sudah merendam wilayah tersebut selama 10 hari terakhir.

Pantauan CNNIndonesia.com di Tempat pada Rabu (4/2) malam, luapan anak Sungai Cidurian menggenangi permukiman warga serta jalan lingkungan di Desa Jenggot dan Desa Kedaung.

Sebanyaknya relawan tampak mendatangi rumah-rumah warga terdampak Bencana Banjir untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Mekar Baru, Iman Bahlawi mengatakan, Bencana Banjir di wilayahnya berdampak terhadap 2.029 warga. Sebanyak 118 keluarga Sampai saat ini Saat ini Bahkan masih terisolasi dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.





“118 keluarga yang terisolasi Bencana Banjir dengan ketinggian air 90 sentimeter. Untuk hari ini, situasinya masih tetap sama,” kata Iman.

Ia menjelaskan, proses evakuasi terhadap keluarga yang terisolasi mengalami kendala karena Tempat rumah warga berada di dekat aliran anak Sungai Cidurian serta area persawahan yang turut terendam Bencana Banjir.

“Posisi rumahnya itu dekat aliran sungai dan di sampingnya itu sawah, itu kendala kami,” jelas Iman.

Iman mengungkapkan, Pada Saat ini Bahkan sekitar 80 warga Sudah mengungsi ke SDN Jenggati yang difungsikan sebagai posko pengungsian sementara.

Meski belum seluruh warga dapat dievakuasi, Iman berujar, pihaknya bakal terus menyalurkan bantuan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan para korban Bencana Banjir.

“Kebutuhan dasar untuk yang terisolasi ini hampir tiap hari dikirim sembako dari sini karena mereka butuh makan,” tegasnya.

Di samping itu, Iman mengungkapkan, Bencana Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Mekar Baru disebabkan pendangkalan anak Sungai Cidurian yang tidak mampu menampung debit air.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang Sudah berencana melakukan pembenahan aliran sungai tersebut sebagai solusi jangka panjang.

“Pak Bupati Pernah terjadi berjanji bahwa pada 2026 Berniat dilakukan pembenahan,” pungkasnya.

(dod/dal)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA